PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL
Nama   : Cici Mei Nur Rostania
Prodi   : Ilmu Administrasi Negara / A1
NIM    : 172020100065

A.   Proses Sosial dan Interaksi Sosial
            Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyangnya pola-pola kehidupan yang telah ada. Atau juga, proses sosial sebagai hubungan pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama,misalnya salin mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dan sebagainya.
            Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (proses sosial), maka dari itu interaksi sosial merupakan syarat umum terjadinya aktivitas-aktivitas sosial, interaksi soaial merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang atau perorangan, dengan kelompok manusia. Hubungan timbal-balik antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok (dosen dengan mahasiswa) atau kelompok dengan kelompok (mahasiswa FISIP dengan mahasiswa Manajem), itulah yang dinamakan interaksi sosial. Jadi, interaksi sosial dapat dirumuskan sebagai proses mempengaruhi antara dua orang atau lebh.Sejak lahir hingga meninggal, seorang manusia dalam masyarakat mempunyai suatu jalinan interaksi ke jalinan interaksi sosial lainnya. Dalam sehari seseorang dapat berpindah-pindah pada antar interaksi sosial.
            Karena interaksi sosial selalu melibatkan pihak lain, ineraksi sosial adalah hubungan antar-manusia.Dalam sosiologi, karena berbagai jeni makhluk hidup hanya manusialah yang memiliki interaksi sosial, dalam hal ini bersifat manusiawi. Begitu pentingnya sehinnga interaksi sosial dapat terbentuk karena adanya pertahanan dan perubahan seiring berubahnya masyarakat atau interaksi sosial.
            Dalam kehidupan sehari-hari kadang sulit dipisahkan dalam berinteraksi sosial, yaitu : Kontak sosial, Komunikasih. Karena tanpa adanya  dua hal tersebut seorang manusia tidak dapat menjalin inetraksi. Semisal jika tidak ada kontak sosial atau komunikasih manusia tidak bisa menjalankan sebuah aktifitas atau tindakan terutama dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan juga msyaratkat.
            Max Weber mengklasifikasikan ada empat tindakan sosial yang mempengaruhi sistem dan struktursosial masyarakat, yaitu :
1.      Tindakan Rasional Instrumental
Rasional Instrumental, yakni tindakan sosial yang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan yang sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Contonya : Kuliah murah karena tidak ada biaya.
2.      Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Rasional Berorientasi Nilai, yakni alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar, sedangkan tujuannya sudah ada dalam hubungannya dengan nilai-nilai individu yang bersifat absolut. Contonya : Ibadah.
3.      Tindakan Tradisional
Tindakan Tradisional, yakni perilaku yang diperoleh dari nenk moyang tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan. Contohnya : Sesaji karena mengikuti nenk moyang.
4.      Tindakan Afektif
Tindakan Afektif, yakni tindakan yang didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intektual atau perancaan sadar. Contoh : Menangis dan gemetar serta wajah pucat  karena ketakutan.
B.     Faktor Pendorong Interaksi Sosial
            Interaksi sosial dilandasi oleh beberapa faktor Psikologi, Yaitu :
1.      Imitasi : Suatu tindakan dalam rangka meniru sikap atau sifat yang dimiliki orang lain yang dilakukan dalam bermacam-macam bentuk, seperti gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebiasaaan,pola pikir sertaapa saja yang dimiliki dan yang dilakukan seseorang.
2.      Sugesti : Muncul ketika seorang penerima sedang dalam kndisi yang tidak netral sehingga tidak berfikir nasional.
3.      Identifikasi : Merupakan kecenderungan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain, sifatnya lebih mendalam dari pembentukan diri seseorang.
4.      Simpati : merupakan suatu proses di mana seseorang merasa tertarik kepada orang lain. Contohnya ketika ada tetangga yang berusaha yang berusaha membant, simpati lebih banyak terlihat pada hubungan sebaya dan lain-lain.
5.      Empati : merupakan simpati mendalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang, seperti ibu yang merasa kesepian karena ditinggal anaknya bersekolah ke luar kota.

C.    Bentuk Interaksi Sosial
            Interaksi sosial dapat mengarah kepada proses asimilasi, hal ini dapat berupa :
1.      Interaksi sosial yang bersifat saling ada pendekatan.
2.      Interaksi sosial yang bersifat langsung atau primer.
3.      Interaksi sosial yang lancar yang tidak ada hambatan atau batas.
4.      Interaksi sosial yang sering, intensif, dan sehari-hari.
1.      Proses Sosial Asosiatif
            Adalah proses sosial dimana dalam realitas sosial yang ada terjalin harmonis antara individu satu dengan yang lain yang mengarah pada kerja sama.
A.    Kerja Sama
      Kerjasama dilakukan karena ada kesamaan cita-cita dan tujuan. Maka dari itu melakukan kerjasama itu supaya mencapai apa yang di cita-citakan bersama.
-          Ada tiga bentuk kerjasama, yaitu :
1.      Bergaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai perukaran barang dan jasa anatara dua organisasi.
2.      Cooperation, yaitu proses penerimaan unsur baru dalam kepentingan suatu organisasi guna menghindari goncangan stabilitas oraganisasi tersebut (saling mendukung)
3.      Coalition, yaitu kombinasi dari dua organisasi yang mempunyai tujuan sama sehingga bersifat kooperatif.
B.     Akomodasi
      Akomodasi digunakan dalam dua arti, yaitu menunjukkan pada suatu proses, dan akomodani sebagai proses menunjukkan pada usaha manusia untuk merdakan suatu pertentangan.
Bentuk-bentuk akomodasi sebagai proses, adalah :
1.      Coersion, yaitu akomodasi yang dilaksanakan arena paksanaan.
2.      Compromise, merupakan sebuah upaya dimana masing-masing pihak mengurangi tuntutan mengenai apa yang diperselisihkan dan menjadi sumber ketegangan.
3.      Abritration, merupakan suatu cara untuk mencapai compromise jika pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
4.      Mediation, yaitu melibatkan pihak ketiga dalam menyelesaikan masalah secara damai dengan peranannya sebagai mediator.
2.      Proses Sosial Disosiatif
-          Persangan (Competition)
      Persaingan merupakan proses sosial dimana seseorang atau kelompok sosial bersaing merebutkan nilai dan keuntungan dibidang kehidupan melalui cara-cara manarik perhatian publik.
-          Pertikaian (konflik)
      Yaitu proses sosial dimana seseorang atau kelompok sosial berusaha memenuhi tujuannya dengan cara menjatuhkan lawannya.
-          Kontroversi
Yaitu dimana seseorang atau kelompok yang dimana mempunyai tujuan untuk menggalkan rencana orang lain atau kelompok orang lain.
            Keteraturan sosial adalah suatu set hubungan struktur sosial, instunsi-instunsi sosial dan praktik-praktik sosial yang menjaga, memelihara, dan menjalankan cara-cara normal dalam berhubungan dan tingkah laku.
Status, Peran, dan Kelas sosial
-          Status Sosial (Kedudukan)
-          Kajian Peran Sosial
-          Kajian Kelas Sosial
            Dari tiga proses sosial saling berhungan dan saling melekat pada proses sosial seseorang apalagi dikalangan masyarakat, karena adanya status, peran, dan kajian bagi kelas manusia adalah satu dimana manusia saling berkaitan dengan sama lainnya.

SUMBER :
Syarbaini, Syahrial, Fatkuri. 2016. Teori Sosiologi Suatu Pengantar. Bogor : Ghalia Indonesia.

MAHASISWA ILMU ADMINISTRASI NEGARA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

Komentar